NOVIOTDocs
Untuk Guru

Tugas Proyek dan Assist

Tugas Proyek dan Assist

Selain pembelajaran terstruktur, guru dapat memberi Tugas Proyek: murid mengerjakan sebuah proyek secara mandiri, lalu guru memantau dan menilai hasilnya. Apabila murid mentok saat mengerjakan proyek Scratch, ada fitur Assist untuk meminta bantuan perbaikan langsung dari guru.

Memberi Tugas Proyek

Dari halaman kelas, guru membuat Tugas Proyek dengan judul dan instruksi yang jelas — misalnya "Buat permainan tangkap benda dengan Scratch" beserta ketentuan yang dinilai. Tugas yang diterbitkan langsung tampil di halaman murid yang tergabung di kelas itu.

Murid mengerjakan tugas di luar jam pelajaran atau di kelas, kemudian mengumpulkan hasilnya lewat halaman tugas. Setiap pengumpulan tercatat atas nama murid, sehingga guru tahu siapa yang sudah dan belum mengumpulkan.

Memantau proyek murid

Guru dapat membuka hasil kerja setiap murid dari halaman kelas: proyek apa yang dikerjakan, sejauh mana kemajuannya, dan hasil akhirnya. Pantauan ini berguna untuk menemukan murid yang tertinggal sejak dini, memberi masukan sebelum tugas berakhir, dan menjadi dasar pemberian nilai praktik.

Kebiasaan baiknya: periksa daftar pengumpulan secara berkala, bukan hanya di hari terakhir, agar murid yang kesulitan masih sempat dibantu.

Assist: minta bantuan debug Scratch

Tidak semua kesulitan murid bisa diselesaikan lewat pesan singkat — kadang gurulah yang perlu melihat sendiri proyeknya. Fitur Assist dibuat untuk itu, khusus proyek Scratch.

Alurnya:

  1. Murid meminta bantuan. Dari kartu Assist — Minta Bantuan Guru di halaman pembelajaran Scratch, murid mengunggah berkas proyek .sb3 miliknya dan menulis catatan: bagian mana yang tidak berjalan dan apa yang sudah dicoba.
  2. Guru menerima permintaan. Permintaan masuk ke kotak masuk Assist guru, lengkap dengan penanda jumlah permintaan yang menunggu. Guru mengunduh berkas .sb3 tersebut.
  3. Guru memperbaiki. Guru membuka proyek di Scratch, mencari sumber masalahnya, lalu memperbaikinya langsung pada berkas itu.
  4. Guru mengunggah balik. Berkas hasil perbaikan diunggah kembali lewat Assist beserta catatan penjelasan — misalnya letak kesalahan dan konsep yang perlu diingat murid. Alternatifnya, guru dapat menandai permintaan sebagai selesai bila masalahnya cukup dijelaskan tanpa berkas balikan.
  5. Murid menerima hasilnya. Murid mengunduh berkas perbaikan dan membaca catatan guru, lalu melanjutkan proyeknya.

Berkas .sb3 dibatasi ukuran maksimal 10 MB dan diperiksa isinya sebagai proyek Scratch yang sah sebelum diterima. Demi keamanan, berkas Assist hanya dapat diakses oleh murid pemiliknya, guru pemilik kelas, dan admin — tidak bisa dibuka sembarang pengguna.

© 2026 Noviot — Indonesia's most advanced Arduino & IoT simulator · FAQ · Kontak